My name is Farida Vandendriessche. I was born on 15 February 1977 at Koja Hospital in Tanjung Priok, Jakarta.
My mother, Narwen, who was 30 years old at the time, left me there while she went to look for her husband, Akeos. Sadly, she never returned.
In June, I was transferred to the Yayasan Sayap Ibu orphanage in the Baru district of Jakarta. The orphanage later arranged my adoption, and in July I was adopted by my Belgian family.
Like many adoptees, I deeply wish to find and get to know my biological family. It is a crucial piece of the puzzle of who I am.
After the birth of my son, that desire only grew stronger. Knowing where you come from, who your mother is, who your parents are, and who your family is means the world to me. It is an important part of understanding my identity and my story.
If you have any information about my mother, Narwen, or her husband, Akeos, please contact me.
Thank you from the bottom of my heart for your help and for sharing my story.

Nama saya Farida Vandendriessche. Saya lahir pada 15 Februari 1977 di Rumah Sakit Koja, Tanjung Priok, Jakarta.
Ibu saya bernama Narwen, yang saat itu berusia 30 tahun, meninggalkan saya di rumah sakit untuk mencari suaminya yang bernama Akeos. Sayangnya, beliau tidak pernah kembali.
Pada bulan Juni, saya dipindahkan ke panti asuhan Yayasan Sayap Ibu di kawasan Baru, Jakarta. Panti asuhan tersebut kemudian mengurus proses adopsi saya, dan pada bulan Juli saya diadopsi oleh sebuah keluarga dari Belgia.
Seperti banyak anak adopsi lainnya, saya sangat ingin menemukan dan mengenal keluarga kandung saya. Mereka adalah bagian yang sangat penting dari jati diri saya, sebuah bagian yang selama ini hilang dari hidup saya.
Setelah kelahiran putra saya, keinginan itu menjadi semakin kuat. Mengetahui dari mana kita berasal, siapa ibu kandung kita, siapa orang tua kita, dan siapa keluarga kita, sangat berarti bagi saya. Itulah bagian penting dari perjalanan hidup dan identitas saya.
Apabila Anda memiliki informasi apa pun mengenai ibu saya, Narwen, atau suaminya, Akeos, mohon menghubungi saya.
Terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan Anda dan karena telah bersedia membagikan kisah saya.